About


Get this widget:

Minggu, 15 Oktober 2017

pesan Rasulullah Kepada Ali bin Abi Thalib

Rasulullah bersabda: “wahai ‘Ali, barang siapa memakan makanan yang halal, maka akan semakin bersih agamanya, lembut hatinya dan tidak ada hijab penghalang doanya kepada Allah ta’ala. Wahai ‘Ali barang siapa makan perkara syubhat, maka agamanya akan keruh hingga tidak jelas dan menggelapkan hati. Dan barang siapa memakan perkara haram, maka hatinya mati, maka jatuhlah agamanya, lemah keyakinannya dan Allah menciptakan penghalang doanya dengan Allah, ibadah pun semakin berkurang. Bukan malah tambah beribadah kepada Allah, malah semakin sedikit berdekatan dengan Allah SAW.”
“wahai ‘Ali, ketika Allah murka kepada seseorang maka Allah memberikan rizki berupa harta yang haram. Apalagi Allah semakin sangat murka, maka Allah mengutus syetan untuk menjadi teman seseorang. Setan tersebut akan menyibukkan seseorang tersebut dengan urusan-urusan keduniawiaan dan membatu mempermudah dalam memperoleh materi dunia.” Rasulullah kemudian mengucapkan: “Allah Maha pengampun dan Maha Penyayang.”
“wahai ‘Ali, seseorang pergi dalam rangka mencari perkara haram, sesuatu yang dilarang Allah dan rasulullah SAW – tidak ada yang bersamanya kecuali syetan. Orang mengumpulkan harta benda haram, dengan cara yang haram pula, maka setan akan memakan makanan tersebut. Orang yang lupa menyebut nama Allah ketika hendak berjimak dengan istri atau suami, maka setan akan ikut campur berjimak dan darah daging anak yang dilahirkan akan mengalir darah setan di dalam pembuluh nadinya. Allah berfirman:
وشاركوهم في الاموال والاولاد وعدهم
            “dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anak dan beri janjilah mereka.” (Q.S. al-Israa: 64)
            “Wahai ‘Ali, Allah tidak menerima shalat yang tanpa wudlu, begitu juga sedekah dari barang haram. Wahai Ali, seorang mukmin akan senantiasa tambah dalam agamanya selama dia tidak memakan makanan yang haram. Dan barang siapa yang berbeda dengan ulama (tidak dekat dengan para kiai) maka hatinya mati dan buta untuk taat kepada Allah ta’ala. Wahai ‘Ali, barang siapa membaca al-quran akan tetapi tidak mengahalalkan yang halal dan tidak mengharamkan yang haram (sesuai dengan al-Quran dan hadis), maka termasuk dari  orang yang membuang kitab Allah ta’ala (mengingkari kitab Allah).

terimakasih sudah membaca :) semoga bermanfaat :) :)
jangan lupa baca juga: https://pencilkubarokah.blogspot.co.id/2017/10/sekedar-catatan.html

0 komentar:

Posting Komentar